BARU-BARU ini sebuah video seorang pria ditelanjangi yang diduga terjadi di sebuah kampus di Depok, Jawa Barat, viral di media sosial. Pria itu dipersekusi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi.
Dalam narasi video viral tersebut dituliskan bahwa pria itu dipersekusi karena diduga melakukan melecehkan terhadap seorang mahasiswi di lingkungan kampus. Kejadian pelecehan diduga terjadi pada 2 Desember. Sementara peristiwa persekusi diduga terjadi pada Senin, 12 Desember 2022.

Terkait kasus pelecehan yang dilakukan pria yang dipersekusi disebut telah berakhir damai. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, kasus pelecehan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Berkaca dari kasus pelecehan seksual yang akhir-akhir ini masih kerap terjadi, lantas bagaimana menghadapi para pelaku pelecehan seksual selain harus melakukan persekusi?
1. Melawan intimidasi dari pelaku
Mengintimidasi adalah salah satu trik pelaku pelecehan seksual untuk menekan kondisi emosional korban agar ia menurut. Baik itu dalam bentuk amarah, melakukan kekerasan, atau bahkan mengancam mengakhiri hubungan jika pelakunya adalah pasangan Anda sendiri.
Cara menghadapi pelaku pelecehan seksual yang menggunakan cara ini adalah dengan bersikap tegas. Namun, pastikan bahwa suasana sekitar tidak memungkinkan pelaku untuk melakukan tindak kekerasan.
Jika sekiranya ada yang dapat Anda mintai bantuan, lawanlah intimdasinya dengan tegas. Jika pelaku justru berbalik menuduh tanpa bukti, bantah tuduhan tersebut dengan tegas dan jangan takut. Hal ini akan membantu Anda menghadapi pelaku pelecehan dengan lebih baik.
2. Membekali diri dengan pendidikan seksual
Pelaku pelecehan seksual umumnya akan mendoktrin korbannya bahwa yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar. Ini merupakan salah satu trik pelaku agar korban berpikir bahwa pelecehan seksual tersebut bukan menjadi masalah yang serius bagi orang-orang.
Hal ini tentu sangat berbahaya, terlebih bagi korban yang tidak memiliki pendidikan seksual yang kuat. Orang-orang yang terjebak dalam situasi ini akan terus memaklumi perbuatan pelaku tanpa menyadari bahwa dirinya adalah korban pelecehan seksual.
Karena itu, bekali diri Anda dengan pendidikan seksual. Setidaknya dengan hal-hal dasar seperti bagian tubuh yang bersifat pribadi, segala aktivitas seks harus didasari persetujuan, dan berbagai macam perilaku yang tergolong pelecehan seksual.
3. Tidak tergiur dan menolak segala bentuk iming-iming dari pelaku
Pelaku pelecehan seksual juga kerap menggunakan trik satu ini. Tujuannya, agar bisa menjadi pembelaan saat terbukti bersalah. Mereka membela diri dengan alasan tidak pernah mengancam korban.
Korban bisa diming-imingi uang, jabatan, atau hubungan. Korban hanya bisa berharap pelecehan akan berakhir begitu ia memperoleh apa yang dijanjikan pelaku. Sayangnya, pelaku biasanya malah bertindak lebih jauh lagi.

Sebaiknya waspada terhadap iming-iming dan janji yang tidak logis. Ingatlah bahwa semua hal yang Anda terima dari pelaku akan berbalik menjadi senjatanya saat ia terbukti bersalah.
4. Hindari tempat atau kondisi yang berbahaya
Bak musang berbulu domba, pelaku pelecehan seksual bisa saja melakukan trik ini dengan berpura-pura terlihat baik, ingin menolong, atau membutuhkan bantuan sehingga korban mau mengikuti mereka.
Begitu berada di wilayah kekuasaannya, barulah pelaku melancarkan aksinya. Beberapa pelaku bahkan berbuat lebih nekat lagi dengan menyergap korban secara langsung.
Cara terbaik menghadapi pelaku pelecehan dalam situasi seperti ini adalah dengan mencegahnya. Jangan lengah terhadap permintaan tak biasa, sekalipun orang yang memintanya adalah teman Anda. Saat bepergian seorang diri, hindari tempat yang berpotensi menjadi lokasi tindak kejahatan.
5. Bersikap percaya diri
Pelaku pelecehan seksual juga bisa dihadapi dengan sikap percaya diri korban. Kok bisa? Ya, umumnya, korban yang merasa takut justru membuat para pelaku merasa leluasa dan bisa mengendalikan situasi.
Melansir dari berbagai sumber, Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa pelaku pelecehan seksual cenderung mengincar korban yang terlihat lemah dan tidak percaya diri.
Karenanya, sebisa mungkin usahakan untuk selalu menunjukkan sikap percaya diri guna meminimalisir terjadinya pelecehan seksual. Beranilah menyuarakan keberatan jika ada seseorang yang melakukan hal tidak mengenakkan.
(Vivin Lizetha)