Ganesha masih ingat betul betapa gerahnya menunggu berjam-jam di bawah panas terik sampai dapat tebengan. Menurutnya, sebagian besar pengalaman couchsurfing sangat menyenangkan. Ia bisa menemui dan berkenalan dengan orang baru.
Banyak yang masih saling kontakan dengannya sekarang. Ganesha juga menceritakan, ada kalanya tuan rumah bersikap menyebalkan.
Bahkan ada juga yang membahayakan. Seperti saat ia berada di Tajikistan, tuan rumah sepertinya cemburu Ganesha janjian bertemu orang lain.

Orang itu mengurungnya di kamar dan memutus jaringan hotspot selulernya. Namun, peristiwa itu tidak membuatnya takut untuk melanjutkan perjalanan. Ia memilih fokus pada segala hal yang dilihat sepanjang perjalanan, sekaligus mempelajari budaya dari orang-orang setiap negara yang disinggahinya.
Memori perjalanan panjang ini ia tumpahkan ke dalam sebuah buku yang diterbitkannya berjudul 'The Long Direction: A Flightless Journey from Singapore to Canada' pada akhir tahun lalu. Ganesha juga membagikan foto-foto perjalanannya di akun media sosial pribadinya, baik Instagram maupun Facebook.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.