Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh! Studi Sebut Tak Bersosialiasi Tingkatkan Risiko Kena Serangan Jantung dan Stroke

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 13 Desember 2022 |09:00 WIB
Duh! Studi Sebut Tak Bersosialiasi Tingkatkan Risiko Kena Serangan Jantung dan Stroke
Menutup diri berdampak untuk kesehatan jantung, (Foto: Freepik)
A
A
A

“Pengaruh hubungan sosial terhadap kematian sebanding dengan faktor risiko yang sudah mapan, termasuk aktivitas fisik dan obesitas. Ada lebih dari 25 persen risiko penyakit jantung dan kejadian stroke,” bunyi keterangan yang tertera dalam studi.

Studi ini menemukan bahwa hubungan sosial yang buruk dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar hingga 29 persen dan juga peningkatan risiko stroke sebesar 32 persen.

Para peneliti menemukan adanya hubungan antara hubungan sosial yang buruk dan faktor risiko psikososial lainnya, seperti kecemasan dan tekanan pekerjaan.

Disebutkan lebih lanjut, nyatanya memang risiko seseorang terisolasi secara kehidupan sosialnya meningkat seiring bertambahnya usia. Baik itu karena faktor kehidupan seperti melajang, ditinggal pasangan ( contohnya menjanda atau menduda), hingga karena sudah pensiun.

BACA JUGA:Kabar Baik! Studi Sebut Makan 60 Anggur per Hari Bantu Cegah Kulit Terbakar 

Sebagai informasi, studi ini juga selaras dengan salah satu studi penelitian dari American Heart Association, yang menyebutkan kalau isolasi sosial dan kesepian dihubungkan dengan sekitar 30 persen peningkatan risiko mengalami serangan jantung atau stroke, atau kematian akibat keduanya.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement