SECARA umum BN.1 tidak diketahui oleh masyarakat karena kehadirannya baru dibilang baru. Hadir di Indonesia mulai September 2022 kemarin, dan jumlahnya sudah ada 20 kasus terdeteksi.
Lantas apakah BN.1 mampu mengantarkan seseorang dirawat di Rumah Sakit (RS). Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Erlina Burhan menjelaskan hal itu mungkin saja terjadi.

Tentunya kembali pada kondisi dari pasien sendiri, yang mana memiliki penyakit bawaan atau penyerta (komorbid). Kemudian apakah sudah divaksinasi Covid-19 atau belum, karena kita tahu vaksin mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang.
"Bisa ya dan tidak," kata dr Erlina melalui pesan singkatnya kepada MNC Portal, Sabtu (10/12/2022)
Melansir daily bahwa varian baru BN.1 dinilai lebih kuat atau kebal, dibandingkan varian sebelumnya. Meskipun, belum ada bukti sahih hingga saat ini BN.1 atau salah satu subvarian baru, lebih mungkin sebabkan rawat inap/kematian.
Namun jumlah BN.1 di beberapa negara, seperti Amerika dan Inggris cukup cepat kasusnya bertambah. Sejauh ini, sudah 225 kasus BN.1 yang terdeteksi di AS, sebagian besar di California, New York, dan Florida.
Sementara di Inggris ada 55 kasus telah dikonfirmasi. Kekuatan varian baru BN.1 bisa ditinjau dari masa sebelumnya, kenaikan kasus di berbagai negara terjadi, termasuk Indonesia akibat varian Omicron.
"Mereka semua berasal dari strain Omicron yang mengirimkan kasus di seluruh dunia ke rekor tertinggi dan semuanya mengandung mutasi serupa," keterangan dalam Daily Mail.
Kendatinya, dr Erlina mengatakan kalau varian turunan dari Omicron memang lebih mudah menular, juga tidak menutup kemungkinan, "hampir semua omicron dan turunannya bersifat immunity escape (menghindar dari sistem imunitas)," jelas dr Erlina.
(Vivin Lizetha)