Keris memiliki makna lainnya, yakni keris sebagai momot atau mengandung nilai filosofis, kosmologis, ontologis, atau keseluruhan spektrum warna. Hal ini bisa menjadi konsepsi hubungan Tuhan dan manusia, maupun antarsesama manusia.
Keris dapat diartikan bermakna tangible, aspek seni estetis dari tradisi-tradisi senjata khas yang ada di Indonesia.
Mengulas keris mengandung makna filosofis. Empu menciptakan keris itu memiliki tujuan yang disebut piyandel atau pegangan yang diyakinin menambah kewibawaan dan rasa percaya diri, hal ini dapat dilihat dari proses pembuatannya pada zaman dahulu.

Kemudian dalam adat Jawa, keris juga sebagaisalah satu dari lima hal yang harus dimiliki oleh laki-laki Jawa dewasa.
"Keris pada dasarnya, menunjukkan kemapaman seorang laki-laki Jawa. Sekaligus simbol diri dari pemiliknya serta simbol garis keturunannya," kata Ketua Rumah Budaya Naranta Tuban, Ita Hariyanti.
Lanjutnya, simbol status atau strata mulai dari petani, prajurit, petinggi hingga raja pasti memiliki keris yang berbeda.
Dapat disimpulkan, jika keris dalam bahasa Jawa disebut Tosan Aji, merupakan penggalan dari kata "tosan" berarti besi dan "aji" yang artinya dihormati. Keris adalah perwujudan berupa besi dan diyakini mempunyai kandungan makna yang harus dihormati.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.