Garis menurun tersebut dinamakan 'Nongo' dan dimaknai sebagai simbol garis keturunan, sementara lingkaran disebut 'Kwav' yang diartikan sebagai kelompok umur.
Dengan begitu, sayatan tersebut memiliki makna yang berisi generasi masa lalu dan masa depan, dan semuanya berakhir di pusar wanita, sebagai sumber segala kehidupan.
(Foto: pulse.ng)
Pola-pola tersebut juga merupakan apresiasi terhadap Akombo, benda-benda yang dianggap suci oleh Tiv. Akombo bisa berupa gundukan tanah, jenis rumput khusus, atau tengkorak berhias.
Akombo adalah lambang serta kekuatan magis yang dipercaya oleh suku Tiv. Melalui Akombo, mereka dapat menjaga kesejahteraan individu dan masyarakat luas. Itulah sekelumit penjelasan tentang tradisi wanita suku Tiv, semoga bisa menambah wawasan Anda ya Okezoners.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.