Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia itu menerangkan, pengentalan darah risikonya bisa dikurangi dengan vaksinasi dan terapi yang cepat. Artinya, temuan kasus yang cepat menjadi penting dan proteksi vaksin juga penting mencegah pengentalan darah pada pasien.
Terkait penggunaan obat Aspirin yang diklaim dalam kabar hoaks ini sebagai obat Covid-19. Dicky memperingatkan justru konsumsi aspirin yang tidak tepat malah berisiko bahayakan kesehatan.
"Hati-hati, tidak semua pasien dan penyintas Covid-19 yang mengonsumsi aspirin itu sembuh. Waspada, aspirin juga ada efek samping, salah satunya bisa terjadi perdarahan. Makanya, penggunaannya harus berdasar saran dokter," tutur dr Dicky.
"Jadi, bisa ditegaskan sekali lagi bahwa informasi yang menyatakan Covid-19 itu bukan virus dan bisa sembuh dengan aspirin itu kabar hoaks. Jangan disebarkan lagi, ya,” tegasnya.
BACA JUGA:Ibu Hamil Kelompok Rentan Terinfeksi Covid-19, Buruan Vaksinasi!
BACA JUGA:6 Fakta Vaksin IndoVac, Booster Dosis 2 yang Dipakai Presiden Jokowi
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.