STROKE dan penyakit jantung masih jadi salah satu momok terbesar terkait masalah kesehatan bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia.
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) penyakit jantung koroner dan stroke masih menduduki peringkat pertama dan kedua penyebab kematian utama di dunia. Sementara di Indonesia sendiri, seperti diungkap Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI, Elianto Susetio, penyakit jantung dan stroke juga menduduki peringkat pertama dan menjadi penyebab kematian paling tinggi dan menyedot BPJS Kesehatan hingga Rp10 triliun.
Jumlah angka akibat penyakit jantung secara global mencapai 18,6 juta orang setiap tahunnya. Angka kematian tersebut terus meningkat menjadi 20,5 juta orang pada tahun 2020 dan diperkirakan akan sebanyak 24.2 juta orang akan meninggal karena penyakit jantung pada 2030.
Terkait fakta di atas, Marsekal Elianto Susetio mengajak masyarakat, terutama para prajurit TNI untuk terbiasa bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mulai dari berhenti merokok, berhenti makan makanan berlemak, berhenti konsumsi alkohol, dan rajin olahraga minimal tiga kali seminggu.
“Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai prajurit TNI secara optimal,” kata Elianto pada webinar “Kenali Risiko Meninggal Mendadak Akibat Serangan Jantung & Stroke” belum lama ini.
Selain itu, ia menegaskan para personel TNI AU rutin melakukan skrining kesehatan.
“Saya menghimbau seluruh personel TNI AU untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat, utamana faskes milik TNI AU. Menjaga kesehatan bukan lagi suatu kewajiban melainkan sudah menjadi suatu kebutuhan,” tegasnya.
“Sementara di Indonesia penyakit jantung dan stroke juga menduduki peringkat pertama dan menjadi penyebab kematian paling tinggi dan menyedot BPJS hingga Rp10 triliun,” katanya.
Berdasarkan laporan perhimpunan dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia, penyakit jantung tidak hanya ditemukan pada usia tua. Tren saat ini menunjukkan terjadinya peningkatan usia penyakit jantung pada usia yang lebih muda.
Hal ini sebagai imbas dari adanya peningkatan preferensi obesitas, darah tinggi, merokok dan kolesterol tinggi di usia muda. Salah satu penyakit jantung yang mengalami peningkatan pada usia muda adalah penyakit jantung koroner. Gaya hidup tidak sehat , diketahui menjadi penyebab paling umum dari penyakit jantung koroner di usia muda.
Disampaikan Kepala RSPAU dr Suhardi Hardjolukito Marsekal Pertama TNI, dr. Mukti Arja Berlian mengatakan, setiap tahun jutaan orang meninggal karena beragam penyakit, salah satunya penyakit tak menular, termasuk di Indonesia.
“Menteri Kesehatan juga menyampaikan, Indonesia mengalami peningkatan dalam prevelensi penyakit tidak menular. Stroke dan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan masuk dalam lima besar,” tutup dr. Mukti
(Rizky Pradita Ananda)