7. Generic tchotchkes atau pernak-pernik
“Saya mencoba membawa pulang lebih sedikit barang daripada biasanya, dan saya mencoba menghindari barang=barang yang bisa Anda dapatkan di mana saja, seperti tchotchkes atau souvenir generik,” kata Laura Ratliff, direktur editorial senior di TripSavvy.
Lanjutnya, kemas barang-barang yang memiliki tempat sebenarnya di tas atau koper bawaan. Serta, pastikan Anda memeriksa pedoman untuk membawa barang-barang jenis tersebut melalui bea cukai.
8. Barang berharga
Barang berharga yang dimaksud ini, seperti perhiasan atau barang-barang yang menarik risiko kehilangan atau pencurian. Ada baiknya untuk mempertimbangkan pembelian barang tersebut menurut Brogan
9. Souvenir dengan markup berat
Souvenir memang menarik siapapun para pelancong termasuk Anda yang ingin membeli oleh-oleh yang berat dengan harga lebih murah. Selain itu, oleh-oleh yang berat ini mungkin tidak terlalu mahal tetapi juga bisa menjadi beban untuk dibawa kemana-mana dan mengambil banyak ruang bagasi Anda.
Maka dari itu, Dengler menyarankan agar Anda membeli oleh-oleh berat ini sebelum atau sesudah perjalanan Anda. Ketika membelinya, pastikan Anda membeli souvenir tidak di tempat strategis titik wisata itu berada karena Anda bisa mendapatkan harga cukup tinggi.
10. Daya bandara
“Melupakan pengisi daya ponsel saat bepergian bisa jadi mahal. Sementara bandara memang menjual pengisi daya, harganya sangat tinggi,” ujar Dengler.
Oleh karena itu, jika memungkinkan, beli pengisi daya baru di toko lokal setelah tiba di tempat tujuan. Dengler juga merekomendasikan Anda untuk memiliki daftar kemasan yang baik dan selalu menyertakan barang elektronik penting, seperti pengisi daya ponsel.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.