Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Prematur Berisiko Alami Stunting, Ayah Bunda Wajib Baca!

Yusuf Emar , Jurnalis-Selasa, 15 November 2022 |19:48 WIB
Anak Prematur Berisiko Alami Stunting, Ayah Bunda Wajib Baca!
Bayi prematur (Foto: Mobile)
A
A
A

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 1 dari 10 anak lahir prematur. Setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat sekitar 15 juta anak yang lahir prematur.

Menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K), anak prematur merupakan anak yang dilahirkan kurang dari 37 minggu usia gestasi.

 anak prematur

Dokter Rinawati menjelaskan, bahwa pertumbuhan serta perkembangan anak prematur harus dipantau, hal itu karena mereka masuk dalam kategori high risk atau risiko tinggi.

"Semua anak butuh dipantau, terlebih bayi prematur. Mereka punya risiko serta tantangan yang lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lahir cukup bulan di awal kelahirannya," ujar Prof. Rinawati pada virtual danone specialized nutrition Indonesia yang bertajuk 'Peran orang tua untuk dukung anak prematur tumbuh sehat dan berprestasi', Selasa (15/11).

Selain itu, dr. Rinawati menambahkan, bahwa ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang anak, yakni physical health, learning and cognition, mental health, dan quality of life.

Dari sisi kesehatan fisik atau Physical Healty, Prof. Rinawati mengatakan, masalah physical health bisa timbul pada anak lahir prematur cukup beragam. Dari mulai gangguan pernapasan dan ketergantungan oksigen akibat masalah pada paru, hingga gangguan penglihatan serta gangguan pendengaran yang harus dideteksi sedini mungkin.

Anak prematur pun berisiko mengalami gangguan pertumbuhan stunting yang dapat membuat pertumbuhan otak si kecil tidak optimal. Itulah mengapa pertumbuhan anak perlu dimonitor dengan pengisian grafik pertumbuhan, serta pemantauan aspek perkembangan.

"Perhatikan kesinambungannya. Jangan pernah banding-bandingkan dengan anak lain, karena ini unik dan hanya milik si anak itu sendiri," jelas Prof. Rinawati.

Perihal kemampuan kognitif dan bahasa anak lahir prematur, harus distimulasi agar mereka mampu mencerna informasi dan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Hal tersebut akan memengaruhi keterampilan pra sekolah serta akademisnya.

 BACA JUGA:Mengenal Manfaat Daun Kelor, Bisa Cegah Stunting pada Anak!

Untuk itu, Prof. Rinawati menjelaskan, bahwa orangtua tidak boleh acuh, dan Pemantauan anak lahir prematur harus dilakukan bahkan hingga dia memasuki usia dewasa, agar bisa berkembang menjadi SDM yang unggul.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement