Advertisement
Advertisement

Sekeluarga Tewas karena Tidak Makan dan Minum, Berapa Lama Manusia Bertahan Tanpa Makanan?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |18:38 WIB
Sekeluarga Tewas karena Tidak Makan dan Minum, Berapa Lama Manusia Bertahan Tanpa Makanan?
TKP sekeluarga tewas (Foto: Dimas)
A
A
A

TIM dokter forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati telah selesai melakukan autopsi kepada keempat mayat yang ditemukan dalam sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat.

Namun, sejumlah hal yang membuat penyebab kematian keempat orang tersebut masih menimbulkan tanda tanya besar.

 TKP

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, berdasarkan hasil autopsi tadi pagi, tidak ditemukan adanya isi makanan di dalam lambung keempat jenazah tersebut.

"Artinya ini (kematiannya) sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu. Tidak ada mengonsumsi makanan. Dan otopsi juga ada kekurangan cairan, otot-ototnya juga sudah mengecil," kata Pasma kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/11/2022).

Polisi menyebut empat jenazah itu sudah tewas sekitar tiga minggu lalu. Adapun kematian keempat jenazah tersebut pun tidak dalam waktu yang bersamaan. Sebab di antara satu mayat tersebut ada yang udah kelihatan tulang belulang.

Lalu berapa lama tubuh bisa bertahan tanpa makan dan minum?

Dikutip dari Antara tubuh manusia dapat bertahan hidup berminggu-minggu tanpa makanan, tetapi kebanyakan orang hanya dapat bertahan 2–4 hari tanpa minuman.

Demikian diungkapkan pakar bedah bariatrik sekaligus direktur medis di MemorialCare Surgical Weight Loss Center di Orange Coast Medical Center, Mir Ali MD.

Sementara menurut pendiri Health Media Experts, Andrea Paul MD, mengenai berapa lama seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan tergantung pada berbagai faktor termasuk jenis kelamin, komposisi tubuh, makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta lingkungan sekitar.

Orang dengan cadangan lemak lebih banyak dapat bertahan lebih lama karena tubuh dapat membakar lemak yang disimpan untuk bahan bakar pada saat kelaparan ekstrem. Terlebih lagi, bila dia memiliki akses ke air tetapi tidak memiliki makanan, maka mungkin dapat bertahan hingga 2 bulan.

Secara umum, individu yang sehat dan kurus bisa mengalami kelaparan yang parah ketika kehilangan 18 persen dari berat badannya atau mencapai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 16,5 (sangat kurus).

 BACA JUGA:Ternyata Ini Penyebab Anda Sering Lapar Mata dan Cara Mengatasinya

Dari sisi jenis kelamin, wanita dapat menahan kelaparan lebih lama daripada pria dan bertahan pada IMT yang lebih rendah. Ini mungkin karena mereka secara alami memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi. Tubuh cenderung menggunakan lemak ketimbang otot sebagai energi selama kelaparan.

Ketika kekurangan makanan, tubuh mengalami tahap kelaparan karena tidak ada lagi kalori untuk fungsi organ. Menurut Andrea Paul, tubuh akan coba memecah jaringan dan menggunakan nutrisi yang tersimpan untuk mempertahankan kehidupan selama mungkin.

Caranya dengan memanfaatkan glukosa apa pun yang tersisa. Dalam beberapa jam pertama, targetnya glukosa dalam darah Anda. Setelah itu, glikogen yang membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk habis.

Di sisi lain, tubuh harus melakukan ketosis yang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dan menyebabkan mengalami gejala awal kelaparan seperti pusing dan kelelahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement