Migrasi BPA dari galon guna ulang ke produk air di dalamnya itu, sambung Zainal, masih seperseratus dari kadar maksimum yang diizinkan, termasuk sampel galon yang terjemur sinar matahari.
“ Meski memang ditemukan adanya kandungan migrasi yang lebih tinggi dari yang ditempatkan di tempat yang tidak terkena matahari, namun kadarnya juga masih jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan,” tutur Zainal.
Dari sisi ilmiah, kata Zainal, semua zat kimia itu pasti berbahaya. Tidak hanya BPA, zat-zat prekursor yang digunakan untuk membuat botol atau galon plastik PET atau sekali pakai juga sama-sama ada bahayanya.
Contohnya, Etilen Glikol yang menjadi salah satu prekursor yang dipakai untuk membuat botol atau galon plastik PET atau sekali pakai itu disebut Zainal sangat beracun dan bisa menyerang sistem saraf pusat, jantung, dan ginjal serta dapat bersifat fatal jika tidak segera ditangani.
BACA JUGA:Duh! Hampir 70 Persen Sumber Air Minum Masyarakat Indonesia Tercemar Limbah Tinja
BACA JUGA:Menkes Budi Tak Bosan-Bosan Ingatkan Lansia untuk Booster Covid-19
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.