Dirinya lanjut David, hanya bisa membayangkan apa yang harus para burung beo itu lalui, ketika bergerak dan bertanya-tanya kenapa burung tersebut mati.
"Mereka memiliki cakar yang terkepal, sehingga mereka tidak bisa mendarat dan berpegangan pada cabang itu masalah sederhananya," tambah Prof Darryl Jones.
Prof Darryl menambahkan; "Mereka jatuh ke tanah dan mati kelaparan atau predator menangkapnya atau semut menangkapnya. Ini cara yang cukup mengerikan untuk ditempuh," kata dia.
Sebagai informasi, kasus pertama Sindrom Kelumpuhan Lorikeet sudah dilaporkan tahun ini, tapi penyakit musiman diperkirakan akan mencapai puncaknya di bulan Desember, Januari, dan Februari.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.