Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Ribuan Burung Beo Jatuh Misterius dari Langit, Kok Bisa?

Raden Yusuf Nayamenggala , Jurnalis-Jum'at, 04 November 2022 |14:01 WIB
Heboh Ribuan Burung Beo Jatuh Misterius dari Langit, Kok Bisa?
Burung beo pelangi berjatuhan dari langit diduga terkena penyakit misterius (Foto: Michael/Unsplash)
A
A
A

FENOMENA aneh mengerikan terjadi di Australia. Di mana ribuan burung beo jenis lorikeet tiba-tiba saja berjatuhan dari langit. Kok bisa? Lantas apa penyebabnya?

Adalah Lorikeet Paralysis Syndrome (LPS), suatu penyakit musiman yang diduga kuat mengakibatkan burung beo jenis pelangi itu jatuh dari langit hingga tak bisa bergerak.

Ahli ornitologi serta dokter hewan, sudah mengetahui soal Sindrom Kelumpuhan Lorikeet selama bertahun-tahun. Namun terlepas dari upaya terbaik mereka, penyebab penyakit itu masih menjadi misteri hingga kini.

Hal tersebut terbilang cukup mengkhawatirkan, karena penyakit tersebut menyerang ribuan burung setiap tahun, dan terbukti fatal bagi ribuan burung.

Hal tersebut membuat para burung tidak bisa berlari, memberi makan atau melarikan diri dari pemangsa. Kasus LPS sendiri dilaporkan terjadi di Australia, sejak tahun 1970.

BACA JUGA: Warga Desa Ini Pakai Bahasa Burung untuk Berkomunikasi Sehari-hari, Kok Bisa?
Burung Beo Pelangi

(Foto: Off The Chain K9 Rescue Qld)

Meskipun para ilmuwan sudah mampu menghilangkan beberapa kemungkinan penyebabnya, mereka masih belum bisa memastikan apa penyebabnya.

"Kami mengesampingkan hal-hal umum yang mungkin menyebabkan gejala yang dimiliki burung-burung ini, kami tahu itu bukan racun yang dihasilkan sebagai akibat polusi, itu bukan racun yang terkait dengan pestisida atau semacamnya, dan kami jgua tahu itu bukan penyakit menular," ujar Profesor dari University of Sydney School of Veterinary Science, David Phalen melansir Odditycentral.

Ia berujar bahwa selama bertahun-tahun sejumlah teori telah mencoba memecahkan misteri Sindrom Kelumpuhan Lorikeet. Namun, sejauh ini tidak ada satupun yang dikonfirmasi.

Tapi, penyakit tersebut pernah dikaitkan dengan keracunan timbal, defisiensi tiamin, seng, atau selenium. Sejumlah dokter hewan percaya, bahwa itu disebabkan oleh kerusakan pada tulang belakang leher.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement