FENOMENA aneh mengerikan terjadi di Australia. Di mana ribuan burung beo jenis lorikeet tiba-tiba saja berjatuhan dari langit. Kok bisa? Lantas apa penyebabnya?
Adalah Lorikeet Paralysis Syndrome (LPS), suatu penyakit musiman yang diduga kuat mengakibatkan burung beo jenis pelangi itu jatuh dari langit hingga tak bisa bergerak.
Ahli ornitologi serta dokter hewan, sudah mengetahui soal Sindrom Kelumpuhan Lorikeet selama bertahun-tahun. Namun terlepas dari upaya terbaik mereka, penyebab penyakit itu masih menjadi misteri hingga kini.
Hal tersebut terbilang cukup mengkhawatirkan, karena penyakit tersebut menyerang ribuan burung setiap tahun, dan terbukti fatal bagi ribuan burung.
Hal tersebut membuat para burung tidak bisa berlari, memberi makan atau melarikan diri dari pemangsa. Kasus LPS sendiri dilaporkan terjadi di Australia, sejak tahun 1970.
(Foto: Off The Chain K9 Rescue Qld)
Meskipun para ilmuwan sudah mampu menghilangkan beberapa kemungkinan penyebabnya, mereka masih belum bisa memastikan apa penyebabnya.
"Kami mengesampingkan hal-hal umum yang mungkin menyebabkan gejala yang dimiliki burung-burung ini, kami tahu itu bukan racun yang dihasilkan sebagai akibat polusi, itu bukan racun yang terkait dengan pestisida atau semacamnya, dan kami jgua tahu itu bukan penyakit menular," ujar Profesor dari University of Sydney School of Veterinary Science, David Phalen melansir Odditycentral.
Ia berujar bahwa selama bertahun-tahun sejumlah teori telah mencoba memecahkan misteri Sindrom Kelumpuhan Lorikeet. Namun, sejauh ini tidak ada satupun yang dikonfirmasi.
Tapi, penyakit tersebut pernah dikaitkan dengan keracunan timbal, defisiensi tiamin, seng, atau selenium. Sejumlah dokter hewan percaya, bahwa itu disebabkan oleh kerusakan pada tulang belakang leher.
Teori yang paling banyak diprediksi ialah PS disebabkan tanaman yang dimakan burung beo lorikeet pada bulan antara Oktober dan Juni.
Menurut pakar burung Darryl Jones dari Griffith University, ada banyak sekali makanan alami di luar sana, bunga dari segala jenis penyakit, tapi entah bagaimana itu menyebabkan penyakit," jelas Darry Jones dan Griffith University.
Penyakit mengerikan tersebut terbukti cukup rumit, sehingga para ahli burung mulai mengimbau masyarakat umum, untuk meminta mereka mengambil foto setiap kali melihat lorikeet atau burung beo memakan tanaman tertentu.
Hal tersebut untuk memudahkan penelitian tentang hal itu, setidak menghapusnya dari daftar taman yang berpotensi beracun.
(Foto: Wild Woman Wildlife Rescue)
Untuk LPS sendiri kendalanya bervariasi. Seperti kelumpuhan, ketidakmampuan mereka untuk terbang, kelumpuhan semua anggota badan dan leher, kelumpuhan lidah, ketidakmampuan untuk menelan dan ketidakmampuan berkedip.
"Beberapa burung mati sebagai akibat dari gejala-gejala ini, seperti ketidakmampuan untuk makan, sementara yang lain ditabrak mobil atau dimakan oleh predator atau semut di tanah karena ketidakmampuan mereka untuk bergerak," kata Prof David.
Dirinya lanjut David, hanya bisa membayangkan apa yang harus para burung beo itu lalui, ketika bergerak dan bertanya-tanya kenapa burung tersebut mati.
"Mereka memiliki cakar yang terkepal, sehingga mereka tidak bisa mendarat dan berpegangan pada cabang itu masalah sederhananya," tambah Prof Darryl Jones.
Prof Darryl menambahkan; "Mereka jatuh ke tanah dan mati kelaparan atau predator menangkapnya atau semut menangkapnya. Ini cara yang cukup mengerikan untuk ditempuh," kata dia.
Sebagai informasi, kasus pertama Sindrom Kelumpuhan Lorikeet sudah dilaporkan tahun ini, tapi penyakit musiman diperkirakan akan mencapai puncaknya di bulan Desember, Januari, dan Februari.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.