Marthella Sirait, Founder dari Konekin yang sebelumnya telah meraih penghargaan People and Inspiration Awards 2022 dari Berita Satu. Marthella merupakan lulusan University of Birmingham jurusan Social Policy dan pernah menjadi Disability Specialist di BAPPENAS, mendampingi Menteri dalam penyusunan UU Disabilitas Pasal 8 Tahun 2016 sekaligus mengkaji Rencana Aksi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia.
Syukriatun Niamah, Founder dari Robries. Robries merupakan perusahaan yang berfokus pada pengelolaan limbah sampah (upcycle) yang kemudian diubah menjadi furnitur. Niam terinspirasi dari negara-negara maju lainnya seperti Italia, Belanda, Jerman, dan Australia, yang sudah lebih peduli akan isu limbah sampah.
Sharlini Eriza Putri sebagai Co-Founder dari Nusantics, di mana Nusantara Genetics (Nusantics) merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang bioteknologi yang berfokus pada teknologi genome (genome adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki oleh suatu sel atau organisme). Sharlini Eriza Putri yang merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung juga menghasilkan produk yang bernama Bio Saliva bersama Nusantics dan Bio Farma. Bio Saliva merupakan alat test kit PCR yang menggunakan air liur yang dihasilkan dari penggunaan obat kumur, yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.
Yura Yunita merupakan seorang penyanyi yang memiliki beberapa lagu yang berhasil menjadi hit di berbagai radio Indonesia, yang pada tahun 2021 lalu merilis album terbarunya yaitu “Tutur Batin”. “Tutur Batin” mengisahkan tentang proses perjalanan batin, penyembuhan, dan penerimaan diri yang telah dijalani Yura selama tiga tahun terakhir. Beberapa video klipnya berhasil membangun percakapan seputar pentingnya kesehatan mental. Yura Yunita mengatakan, apapun yang terjadi dalam hidup, sakit apa yang terjadi dalam tubuh dan terlihat itu sebenarnya sangat berefek dari hal yang tidak terlihat. "Salah satunya adalah luka dan trauma masa lalu yang belum tuntas," kata Yura.
Yura menjelaskan bahwa kita membutuhkan retreat dan detoks, untuk benar-benar mengosongkan diri, dan kembali mereset diri. “Semakin kita kosong, semakin kita diisi dengan sesuatu yang baru dan baik untuk diri. Saat kosong, kita juga jadi berefleksi diri dengan apa yang terjadi di masa lalu," lanjut Yura.