TERKAIT kematian anak akibat fenomena kasus gangguan ginjal akut, acute kidney injury (AKI), pihak otoritas berwenang Gambia mengatakan pihaknya masih belum bisa memberikan penyebab pasti.
Mengutip laporan Reuters,Selasa (1/11/2022), perwakilan dari Badan Pengawas Obat Gambia pada Senin 31 Oktober lalu mengatakan pemerintah Gambia sejauh ini belum mengonfirmasi bahwa sirup obat batuk beracun lah yang menjadi dalang atas kematian 70 anak akibat cedera ginjal akut tersebut.
"Kami belum menyimpulkan, apakah memang obat sirop yang menyebabkannya. Sebab banyak anak meninggal tanpa minum obat apa pun," kata Tijan Jallow, perwakilan Badan Pengawas Obat Gambia dalam konferensi pers.
"Anak-anak lain yang meninggal dan obat yang mereka minum, kami telah menguji semuanya dan mereka baik-baik saja," tambahnya.
Meski dalam beberapa bulan terakhir, negara bagian kecil di Afrika Barat itu telah menyelidiki pembunuhan misterius kematian anak-anak, yang menurut polisi dalam penyelidikan awal terkait dengan empat sirup obat batuk yang diproduksi di dalam negeri.