Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penonton Berdendang Bergoyang Over Kapasitas, Sandiaga: EO Jangan Aji Mumpung

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 31 Oktober 2022 |19:02 WIB
Penonton Berdendang Bergoyang Over Kapasitas, Sandiaga: EO Jangan Aji Mumpung
Menparekraf Sandiaga Uno (Okezone.com/Sukardi)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan pihak penyelenggara kegiatan atau event organizer (EO) jangan bersifat aji mumpung alias memanfaatkan kondisi untuk keuntungan pribadi.

Hal itu disampaikan menyikapi kasus festival musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta yang penontonnya membeludak, karena panitia menyediakan tiket melebihi kapasitas tempat acara.

 BACA JUGA:Tragedi Pesta Halloween di Itaewon Tewaskan 154 Orang, Sandiaga : Bangsa Indonesia Ikut Berbelasungkawa

Konser akbar yang berlangsung tiga hari berturut pada Minggu 30 Oktober 2022 dihentikan polisi karena ada banyak penonton yang pingsan akibat berdesak-desakan.

"(Penyelanggara) jangan aji mumpung. Begitu permintaan (tiket) banyak, lalu menjual lebih banyak lagi tiket. Akhirnya orang kegetok dan kapok," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Brief with Sandiaga Uno secara virtual, Senin (31/10/2022).

Sandiaga meminta agar kejadian over kapasitas hingga banyak yang pingsan seperti di festival Dendang Bergoyang jangan sampai terulang lagi.

Menurut Sandiaga, pemerintah sedang berusaha membangkitkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

 BACA JUGA:Berdendang Bergoyang Over Kapasitas, Sandiaga Ancam EO yang Tak Patuhi CHSE

Untuk itu, ia meminta pelaku parekraf termasuk penyelenggara event agar jangan lalai dengan aturan, apalagi sampai mencoreng nama bangsa akibat keteledoran serta aji mumpung.

"Jangan sampai itu terjadi lagi, karena ini merupakan momentum kebangkitan yang harus betul-betul kita kawal," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement