KANKER payudara jadi salah satu momok penyakit yang paling ditakuti kaum wanita. Bukan hanya Hal salah satu penyakit mematikan, tapi penyakit satu ini juga membutuhkan biaya pengobatan yang sangat mahal.
Terdapat berbagai faktor mendasar yang bisa menyebabkan kanker, mulai dari keturunan, gaya hidup, atau karena penyakit bawaan. Sebagai upaya pencegahan, biasanya banyak wanita yang menghindari penyakit ini dengan mengatur pola hidup yang sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, atau tindakan pencegahan lainnya.
Namun upaya pencegahan yang dilakukan wanita bernama Stephanie Germino ini bisa dibilang sangat ekstrim. Mengutip New York Post, Kamis (27/10/2022), Stephanie justru memilih untuk melakukan operasi pengangkatan payudara (mastektomi) untuk menghilangkan payudaranya, agar terhindar dari kanker payudara.
Dikisahkan, awalnya wanita berusia 29 tahun tersebut nekat untuk melakukan pengangkatan payudara adalah karena Stephanie didiagnosa positif mutasi gen BRCA1, menjadikan dirinya punya risiko lebih tinggi dari rata-rata kebanyakan orang untuk terkena kanker payudara. Stephanie di sisi lain, juga memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.
Saya sudah mengetahui ada riwayat kanker payudaradi keluarga saya karena nenek dari pihak ibu saya menderita penyakit itu dua kali, ” kata Stephanie.
Menurut National Cancer Institute, 55 persen hingga 72 persen wanita yang mewarisi varian BRCA1 akan terkena kanker payudara pada saat dirinya berusia 70 hingga 80 tahun. Dengan mempertimbangkan faktor genetik lain, Stephanie memperkirakan ia punya peluang 87 persen dirinya mengidap kanker payudara di masa mendatang.
Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan operasi mastektomi ganda sebelum dia terkena kanker payudara.
“Bagi saya pribadi, tidak pernah benar-benar mencintai payudara saya. Saya tidak pernah melihatnya sebagai tanda feminitas. Jadi itu bukan keputusan yang sulit untuk menjalani mastektomi ganda, ” aku Stephanie.
Tanpa berlama - lama, ibu satu anak ini akhirnya memutuskan melakukan operasi mastektomi ganda di tahun 2021. Operasi yang dijalaninya berjalan lancar, dan dia mengungkapkan bahwa dia tidak menyesalinya sama sekali.
"Saya memutuskan saya akan hidup dengan kondisi dada datar ini dan bahwa saya akan lebih nyaman seperti itu. Memang butuh beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan sesuatu yang sebesar ini, tapi sejujurnya saya punya rasa percaya diri yang besar sekarang,” pungkasnya.
BACA JUGA:Kisah Sedih Pria dengan Mr P 34 Cm, Sering Di-bully Pelacur!
BACA JUGA:8 Makanan yang Bantu Mengecilkan Perut Buncit
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.