Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Gentiri, Maling Sakti dari Kediri yang Ditakuti Kompeni Belanda

Dita Mawanda , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |21:17 WIB
Kisah Gentiri, Maling Sakti dari Kediri yang Ditakuti Kompeni Belanda
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

Buku Wali Berandal Tanah Jawa, pemugaran dilakukans setelah keturunan keluarga besar Maling Gentiri menyerahkan situs Boncolono kepada Pemkot Kediri dengan prasasti di gapura makam Maling Gentiri yang ditandatangani oleh kepala keluarga besar keturunannya, Japto Soerjosoemarno.

Japto merupakan pimpinan kepala tertinggi ormas Pemuda Pancasila (PP) angakatan ketujuh.

Kemudian, kepala Maling Gentiri konon dikuburkan yang dikenal bernama punden (makam) Rining Sirah merujuk pada pohon beringin tua yang tumbuh di sana, berlokasi di timur Sungai Brantas, tepat di perempatan jalan antara Jl. Hayam Wuruk dan Jl. Joyo Boyo Kota Kediri.

Namun, George Quinn sebagai peneliti asing mendapat asumsi dari sejumlah warga Kediri yang berada di punden Ringin Sirah. Pemisahan tubuh dan kepala Maling Gentiri di sisi Sungai Brantas yang bersebrangan meruakan simbol pemisahan pemimpin dengan rakyatnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement