Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Sejarah Panjang, Situs Bukit Kerang dan Rumah Melayu Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Punya Sejarah Panjang, Situs Bukit Kerang dan Rumah Melayu Ditetapkan Jadi Cagar Budaya
Rumah Melayu di Desa Berakit, Bintan, Kepri ditetapkan jadi cagar budaya (Foto: ANTARA/Nikolas Panama)
A
A
A

GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menetapkan Situs Bukit Kerang dan Rumah Melayu di Kabupaten Bintan sebagai cagar budaya yang harus dilindungi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan, Situs Bukit Kerang di kawasan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang dan Rumah Melayu di Desa Berakit, Kecamatan Telok Senong menambah destinasi wisata di Bintan.

Kedua cagar budaya itu, kata dia, menjadi objek wisata yang akan dipromosikan secara luas.

"Situs Bukit Kerang memiliki jejak sejarah panjang, begitu pula Rumah Melayu yang usianya lebih seabad pasti menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional," katanya, melansir Antara.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Arif Sumarsono mengatakan, Gubernur Kepri menetapkan Situs Bukit Kerang dan Rumah Melayu sebagai cagar budaya pada 2 September 2022.

BACA JUGA: Jadi Cagar Budaya, Begini Kisah Rumah Tua Peninggalan Bouwplan 7 Belanda

Infografis Geopark Indonesia

Surat keputusan gubernur itu menindaklanjuti surat keputusan Bupati Bintan yang menetapkan kedua objek wisata itu sebagai cagar budaya pada tahun 2017.

"Situs Bukit Kerang dan Rumah Melayu belum terlalu dikenal masyarakat di luar Pulau Bintan sehingga kami akan mempromosikannya agar menarik kunjungan wisatawan domestik dan wisman," ujarnya.

Sekadar informasi, Situs Bukit Kerang berada di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Tirta Madu di wilayah Kawal Darat, Kecamatan Gunung Kijang Bintan dan berjarak sekitar lima kilometer ke arah garis pantai.

Bukit Kerang (Kjokkenmoddinger) merupakan sebuah bukit yang terbentuk dari tumpukan sisa cangkang atau kulit moluska yang hidup di air payau dan muara yang berlumpur, yang dikonsumsi masyarakat pesisir sejak dahulu hingga sekarang.

Selain itu, beberapa artefak juga ditemukan di sekitar situs itu seperti alat cungkil bahan tulang, alat dari cangkang kerang, batu pukul, kapak genggam serta serpihan tulang tengkorak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement