Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Juta Kematian Akibat Resistensi Antimikroba, WHO: AMR Diam-diam Jadi Pandemi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |16:24 WIB
5 Juta Kematian Akibat Resistensi Antimikroba, WHO: AMR Diam-diam Jadi Pandemi
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

Dampak yang ditimbulkan akibat AMR nyatanya merembet juga ke sistem kesehatan yang lain. Tindakan operasi medis seperti dental dan transplantasi jantung juga akan terganggu.

Jika seseorang 20 sampai 30 tahun ke depan ternyata terdiagnosis resistensi antimikroba, mereka enggak bisa menjalani dental surgery atau transplantasi jantung. Mengingat, tindakan medis tersebut sangat bergantung pada antibiotik," ungkap Mukta.

Ketika hal ini sampai terjadi, sangat mungkin di masa mendatang akan banyak orang yang meninggal dunia akibat infeksi kecil sekali pun.

Disebutkan lebih lanjut, jika dilihat angka statistiknya, WHO mencatat angka kasus meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia sekitar 6,5 juta jiwa. Ini adalah angka kumulatif dari kurang lebih 3 tahun pandemi berlangsung.

Sedangkan di sisi lain, tercatat sudah 5 juta manusia meninggal dunia akibat AMR hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. Tak heran, WHO menyebut bahwa resistensi antimikroba adalah 'the silent pandemic'.

 BACA JUGA:Pembiayaan Capai Rp9 Triliun, Menkes Budi: Penyakit Kardiovaskular Paling Beban

BACA JUGA:WHO: Wabah Kolera Melonjak di Seluruh Dunia dengan Tingkat Kematian Meningkat

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement