Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramai Isu KDRT, Cinta Laura: Tidak Bisa Ditolerir Sama Sekali!

Ayu Utami Anggraeni , Jurnalis-Sabtu, 08 Oktober 2022 |17:30 WIB
Ramai Isu KDRT, Cinta Laura: Tidak Bisa Ditolerir Sama Sekali!
Cinta Laura, (Foto: Instagram @claurakiehl)
A
A
A

BELAKANGAN ini tengah ramai isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), seiring ramainya kasus dugaan KDRT pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billlar. Ditambah lagi isu konten prank KDRT dari Baim Wong dan sang istri, Paula Verhoeven.

Ramainya masalah perihal kekerasan dalam rumah tangga ini juga ikut direspon oleh Cinta Laura, yang dikenal sebagai selebriti dan aktivis sosial yang vokal menyuarakan isu perempuan dan anak.

Cinta menilai, kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk tindak kekerasan dalam rumah tangga dalam adalah hal yang tidak dapat ditoleransi sama sekali.

"Kekerasan dalam bentuk apa pun, adalah suatu hal yang tidak bisa ditolerir sama sekali," kata Cinta Laura saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Lebih lanjut Cinta menuturkan, ia menilai ada beberapa faktor yang melatarbelakangi seseorang bisa sampai melakukan tindak kekerasan, salah satunya contohnya faktor pola asuh dari orang tua.

"Banyak faktor orang-orang itu bisa melakukan kekerasan, mulai dari pendidikan orang tua lalu juga ada contoh buruk dari lingkungan sekitar," imbuhnya.

Selain itu, ditambahkan lulusan Psikologi Universitas Columbia New York tersebut ada juga faktor psikologis yang membuat orang melakukan kekerasan.

"Ada juga faktor psikologis, di mana orang itu merasa insecure dengan dirinya sendiri. Kemudian, jika superioritas mereka dipertanyakan, mereka dengan melakukan suatu yang agresif atau dengan kekerasan mereka bisa berkuasa kembali. Nah itu cara berpikir yang sangat bodoh," tegas Cinta.

 BACA JUGA:Viral Netizen Tak Pulang dan Pilih Tidur di Hotel, Lelah Terjang Macet Jakarta di Kala Hujan

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement