2. Femilift/Laser CO2: Terapi masalah dasar panggul yang termasuk minimally invasive. Femilift memakai teknologi laser CO2. Bukan hanya untuk menangani masalah inkontinensia urin, tapi secara luas bisa untuk juga untuk mengembalikan keremajaan (rejuvenasi) area panggul dan area intim bagian luar dan dalam. Baik penampilan maupun sensasinya tanpa bedah. Eksekusinya yakni dengan cara alat berbentuk tube kecil berisi laser CO2 akan dimasukkan ke vagina. Alat ini kemudian menembakkan sinar secara merata, berputar 36 derajat ke seluruh permukaan dinding rahim. Kedalaman sinar hanya sekitar 3 milimeter dari permukaan kulit.
3. Transobtutor Tape: Prosedur untuk menjalankan treatment ini, yaitu sebuah pita transobturator berbentuk jaring-jaring dipasang melintang di dasar panggul untuk menahan urethra tetap ada di posisi normalnya. Pada dinding vagina, dibuat sayatan kecil lalu tape permanen dimasukkan lewat vagina dan diletakkan di bawah uretra. Jarum yang digunakan untuk memasukkan tape dijalankan melalui sayatan kecil di dua bagian atas paha, serta dilakukan dengan anestesi total. “Cara ini dilakukan agar pengidap punya lebih banyak kendali akan kandung kemihnya. Pita transobturator terbuat dari polipropilen elastisitas rendah yang tak akan larut selama ada di dalam tubuh," jelas dr. Nadir
BACA JUGA:Kena Baby Blues, Melanie Putria Akui Terselamatkan karena Olahraga Lari
BACA JUGA:Tips Dokter Minum Kopi yang Aman Demi Jantung Sehat
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.