TAHUKAH Anda jika kesehatan area panggul tidak dijaga dengan baik, bisa mengakibatkan kerusakan atau kelainan hingga kelemahan organ dasar panggul. Salah satunya yakni Inkontinensia urin.
Inkontinensia urin yang menjadi masalah kesehatan yang cukup sering terjadi ini adalah sendiri ketika seseorang mengeluarkan urin tanpa kendali saat beraktivitas ringan. Misalnya batuk, tertawa, bersin, berlari atau mengangkat beban berat.
Kegiatan semacam ini, menambah beban dasar panggul penderita akan membuat kebocoran pada kandung kemih tanpa bisa tertahan lagi. Termasuk pertambahan berat badan penderita atau akibat kehamilan yang kondisinya tak terpantau.
Dokter obgin sub spesialis uroginekologi RS YPK Mandiri, Jakarta dr. Nadir Chan, Sp.O.G, Subsp.Urogin RE, mengatakan, inkontinensia urin akibat kerusakan panggul bisa diobati dengan berbagai metode pengobatan yang kini sudah tersedia di sejumlah pusat kesehatan.
"Bisa pengobatan non operasi dan operasi," ujar dr. Nadir dikutip dari keterangan resminya.
Selain itu ada beberapa pengobatan alternatif lainnya, untuk mengembalikan kondisi akibat inkontinensia urin. Apa saja? Berikut ulasan singkat tiga cara mengobati inkontinensia urin, sebagaimana dijelaskan dr. Nadir Chan, Sabtu (8/10/2022).
1. Kursi Elektromagnetik: Kekuatan dasar panggul bisa dibentuk dengan senam Kegel. Latihan Kegel mengacu pada gerakan kontraksi dan melepas otot dasar panggul dalam hitungan tertentu dalam kondisi tubuh rileks. Para peneliti memperkirakan, bahkan ada sekitar sepertiga wanita mengalami robekan di jaringan otot dasar panggul akibat melahirkan. Melakukan latihan Kegel saat hamil dan pasca persalinan bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan. Dokter Nadir menerangkan, terapi kursi elektromagnetik yang bisa dilakukan dalam waktu 30 menit dan dengan posisi duduk biasa. Saat terapi dijalankan, kursi magnet akan menginduksi kontraksi otot supramaksimal dengan mengeluarkan getaran yang membuat dasar panggul, hingga otot terdalam berkontraksi setara dengan 11.000 hingga 20.000 gerakan Kegel.