Obesitas jadi faktor risiko antara terjadinya penyakit tidak menular dan merupakan faktor risiko penyebab kematian keenam tertinggi.
Obesitas menjadi salah satu beban ganda kekurangan gizi, dan saat ini lebih banyak orang yang mengalami obesitas daripada kekurangan berat badan di setiap wilayah kecuali Afrika sub-Sahara dan Asia.
Melansir dari Mayo Clinic, meskipun ada pengaruh genetik, perilaku, metabolisme, dan hormonal pada berat badan, obesitas kerap terjadi ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar melalui aktivitas normal sehari-hari dan olahraga.
Di Amerika Serikat, diet kebanyakan orang terlalu tinggi kalori dan seringkali dari makanan cepat saji dan minuman berkalori tinggi. Orang dengan obesitas mungkin makan lebih banyak kalori sebelum merasa kenyang, lebih cepat merasa lapar, atau makan lebih banyak lantaran stres atau kecemasan.
Banyak orang yang tinggal di negara Barat sekarang memiliki pekerjaan yang tidak terlalu menuntut secara fisik, sehingga mereka memiliki kecenderungan tidak membakar banyak kalori di tempat kerja. Bahkan aktivitas sehari-hari menggunakan lebih sedikit kalori.