“Jika seseorang mengalami salah satu gejala, contohnya demam tiba tiba disertai batuk pilek. Pileknya bukan cairan yang kental, biasanya orang bilang cenderung meler, cairannya lebih encer tapi mengalir terus. Lalu disertai juga dengan gejala lain, seperti diare itu tetap harus tes Covid-19,” jelas Prof.Amin.
Mengapa gejala standar seperti di atas tak boleh diabaikan? Sebab, penyebabnya hanya bisa diketahui dengan jelas lewat tes swab Covid-19. Bukan self diagnose seperti ‘hanya karena salah makan’ semata.
“Artinya tidak bisa dikaitkan apakah dia salah makan, dia tidak bisa menjeaskan itu penyebabnya. Makanya tiap orang harus waspada, punya kewaspadaan tinggi untuk mencari penyebabnya. Diperiksa, di mana saja sudah bisa periksa antigen dan PCR,” lanjutnya.
Prof. Amin jmengimbau semua orang untuk tak terlena dengan situasi membaik saat ini dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan infeksi Covid-19.
“Jadi walau nanti sudah turun dari pandemi ke endemi, itu tidak berarti bahwa kita juga mengubah jadi lebih santai dan tidak waspada. Tidak demikian, kita tetap harus waspada,” tegasnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.