TARIM di Hadramaut, Yaman Selatan merupakan kota ilmu yang masyhur dijuluki kota sejuta wali. Di sanalah lahir para ulama besar dari kalangan alawiyyin anak cucu keturunan (dzurriyah) Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam.
Bukan hanya dari penduduknya saja yang banyak dianugerahi karomah karena keshalihannya, masjid-masjid yang ada di kota itu juga banyak yang dikenal keramat atau memiliki keistimewaan di luar nalar manusia.
Salah satunya adalah Masjid Baharmi atau yang punya nama lain Masjid Aqobah. Masjid Baharmi merupakan masjid tertua yang terkenal keramat di Kota Tarim.
Letaknya berada di antara permukiman warga yang padat, masjid ini dibangun oleh seorang ahli fiqih (fuqaha) bernama Syaikh Mas’ud Baharmi sekitar abad ke-6 Hijriah, atau 900 tahun silam.
Karena dibangun ratusan tahun lalu, Masjid Baharmi memiliki arsitektur kuno khas Hadramaut. Uniknya lagi, selain karena sudah tua, masjid ini terlihat semakin kuno karena bangunannya terbuat dari tanah liat.
(Foto: Twitter/@kim_kimxena)
Bangunannya tak begitu luas, tapi Masjid Baharmi memiliki banyak tiang besar dan lebar. Nah tiang-tiang itulah yang sampai sekarang menjadi ikon Masjid Baharmi.
Lantas, apa kekeramatan Masjid Baharmi? Menurut sejarah, di masjid itu terdapat sebuah tiang yang dulu pernah berbicara laiknya manusia. Anda dapat dengan mudah menemukannya karena tiang tersebut sangat berbeda dari yang lain. Pada lingkaran tiang itu tertulis kalimat yang dipahat dalam tulisan arab:
هذه السارية التي ردت على المصلي
Artinya: "Inilah tiang yang pernah menegur orang saalat,”
Dahulu, pernah ada seorang ulama besar bernama Syaikh Ali bin Abdullah Baharmi. Saat itu ia memiliki hajat atau keperluan. Datanglah ia ke Masjid Baharmi untuk menunaikan salat hajat namun dalam keadaan sedikit tergesa-gesa membaca ayat Alquran dalam salatnya.
Hal tak terduga pun terjadi. Tiba-tiba saja terdengar suara lantang dari arah belakang berujar; “Wahai Syaikh, tidak begini cara salat para fuqaha!” bunyi suara itu.
Syaikh Ali pun kaget bukan kepalang mendengar suara itu. Tak ditemukan seorangpun di masjid itu selain dirinya. Setelah ditelusuri, sumber suara tersebut ternyata berasal dari salah satu tiang masjid.
Sadar salatnya belum khusyu' Syaikh Ali kemudian mengulangi dan memperbaiki tatacara (kaifiyat) salat beserta adabnya. Cerita itu cepat tersebar ke seluruh penjuru Kota Tarim. Untuk mengenangnya, dipahatlah tulisan tadi yang dapat dilihat di Masjid Baharmi sampai sekarang.
Masjid Baharmi juga menjadi saksi atas puluhan generasi, yang telah menjadi tempat beribadahnya para ulama besar dan waliyullah di zamannya.
Selain untuk beribadah, Masjid Bahrmi juga kesehariannya berfungsi sebagai tempat pengajian berbagai macam kitab salafunas shalih, di mana salah satunya ialah kitab karangan Imam Al-Haddad dan ulama masyhur lainnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.