SEMUA orang tentu pernah merasa kesepian dan merasa tidak bahagia di dalam hidupnya. Kondisi ini sebenarnya adalah hal yang lumrah bukan?
Tidak salah jika seseorang merasa kesepian dan tidak bahagia, namun tidak untuk waktu yang lama. Dua perasaan ini tetap perlu dikontrol dengan baik. Sebab, jika terlalu lama kesepian dan tak bahagia, pada akhirnya bisa membahayakan diri kita sendiri.
Bahkan, dari penelitian yang digelar oleh Deep Longevity, Stanford University dan Chinese University of Hong Kong, menyebutkan kalau merasa kesepian dan tidak bahagia lebih berbahaya daripada merokok.
Penelitian dilakukan para peneliti dengan mempelajari dampak kesepian, kegelisahan dan ketidakbahagiaan pada tubuh yang menua. Para peneliti mempelajari 12000 orang dewasa Cina paruh baya dan lanjut usia, sepertiga di antaranya memiliki kondisi penyakit bawaan seperti penyakit hati dan paru-paru, kanker, dan riwayat stroke.
Kemudian, para peserta studi disurvei oleh tim dengan melihat berbagai faktor seperti demografi, lingkungan sosial, keadaan psikologis dan apakah mereka merupakan seorang perokok.
Seiring dengan survei, para ilmuwan juga menggunakan sampel darah dan data medis untuk membuat model yang akan memberitahu mereka usia biologis peserta. Konsep usia biologis digunakan untuk memperkirakan penurunan usia kronologis dan untuk mengetahui faktor-faktor lainnya seperti genetika, gaya hidup, darah, status ginjal dan Indeks Massa Tubuh (BMI).