Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi: Kesepian dan Tidak Bahagia Lebih Berbahaya daripada Merokok

Astri Lawrensia , Jurnalis-Jum'at, 30 September 2022 |07:00 WIB
Studi: Kesepian dan Tidak Bahagia Lebih Berbahaya daripada Merokok
Ilustrasi kesepian, (Foto: Freepik)
A
A
A

Penelitian ini menunjukkan perhitungan yang baru dikembangkan untuk usia biologis (jam penuaan) yang mendeteksi penuaan yang dipercepat. Peneliti mengatakan, jika usia biologis seseorang lebih tua dari usia kronologis sebenarnya, kondisi tubuh orang tersebut secara teoritis lebih buruk dari yang seharusnya.

Melalui survei dan penelitian ini, peneliti lalu membandingkan hasil tes peserta dan mencocokkannya dengan usia kronologis dan jenis kelamin untuk melihat faktor mana yang membuat mereka menua lebih cepat.

Hasilnya? Didapati bahwa merasa kesepian atau tidak bahagia adalah faktor paling signifikan dari terjadinya penurunan usia yang cepat.

Ini sama dengan menambahkan satu jam penuaan usia hingga 20 bulan (1 tahun 8 bulan), sedangkan merokok hanya menambahkan sekitar satu tahun tiga bulan usia biologis (jam penuaan) seseorang. Artinya, kesepian dan ketidakbahagiaan menambahkan lima bulan lebih banyak usia biologis seseorang daripada merokok.

"Kami menyimpulkan bahwa komponen psikologis tidak boleh diabaikan dalam studi penuaan karena dampak yang signifikan pada usia biologis," tulis para peneliti.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement