Lantas bagaimana jika kandungan EtO ini terdapat dalam makanan, dikonsumi dan masuk ke dalam tubuh? Menurut CDC ( dengan catatan penelitian lebih lanjut tentang efek samping menelan EtO masih diperlukan), efek samping menelan EtO bisa kemungkinan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari sakit kepala, rasa kantuk, tubuh terasa lemah dan kelelahan, mual muntah, sulit bernapas, diare, mMata dan kulit terbakar, frostbite (kerusakan kulit akibat suhu sangat dingin) bahkan keguguran dan efek pada sistem reproduksi
Pada kasus lebih serius, Etilen Oksida disebut bisa menyebabkan munculnya cairan di dalam paru-paru yang menyebabkan paru-paru kolaps, koma, kardiovaskular kolaps, dan kelumpuhan otot pernapasan. Melihat bahaya ini, bahkan sejak 2003 pemerintah Australia sudah tidak mengizinkan penggunaan Etilen Oksida pada makanan.
Tidak hanya itu, bahaya dari EtO bahkan diketahui bisa menghancurkan DNA. Oleh karenanya, bahan kimia tersebut dianggap bisa meningkatkan risiko kanker tertentu. Merujuk pada studi yang dipublikasi US Environmental Protection Agency (EPA) menyebutkan, paparan Etilen Oksida jangka panjang bisa menyebabkan kanker sel darah putih, termasuk limfoma non-Hodgkin, myeloma, dan leukemia limfositik. Paparan EtO juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.
BACA JUGA:9 Bahaya kelebihan Gula, Salah Satunya Gampang Jerawatan!
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.