Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gak Perlu Kerja Berlebihan, Bisa Ganggu Kesehatan Jantung Loh!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |17:20 WIB
Gak Perlu Kerja Berlebihan, Bisa Ganggu Kesehatan Jantung Loh!
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
A
A
A

SEBAGIAN orang sangat suka bekerja, sehingga lama-kelamaan menjadi workaholic? Kurang lengkap rasanya jika tidak pulang larut malam karena mengurus tumpukan pekerjaan yang menggunung. 

Jika Anda termasuk orang yang ciri-cirinya disebutkan di atas, maka Anda patut waspada. Sebab, jika terus-terusan bekerja berlebihan maka kesehatan jantung bisa kena imbasnya.

Ya, bekerja berlebihan erat kaitannya dengan tingkat depresi, stres, dan kecemasan yang lebih tinggi. Pada akhirnya kondisi-kondisi tersebut, bisa berpengaruh pada kesehatan jantung yang kalau didiamkan berlarut-larut akhirnya dapat merusak organ jantung.

Sebagaimana dijelaskan Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center, dr.Radityo Prakoso, Sp.JP(K), bekerja berlebihan itu berhubungan dengan masalah mental seperti rentan stres, depresi, dan ansietas.

"Pada orang usia dewasa dengan depresi, stres, dan ansietas, mereka cenderung akhirnya merokok, obesitas, dan minim melakukan aktivitas fisik," terang dr. Radityo dalam Webinar Kementerian Kesehatan dalam rangka Hari Jantung Sedunia 2022, Rabu (28/9/2022).

(Foto: tangkapan layar webinar)

Tidak hanya itu, stres juga dapat memicu peningkatan tekanan darah yang mana kondisi tersebut, kata dr Radityo, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan/atau stroke.

Artinya, bekerja berlebihan sampai akhirnya menglami stres, depresi, dan ansietas, bukan hanya menggerus kesehatan mental. Tapi berpengaruh juga pada kesehatan fisik secara menyeluruh, termasuk di dalamnya kesehatan jantung.

Itu kenapa, salah satu saran yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan mengelola stres. Sehingga faktor risiko penyakit jantung bisa ditekan.

"Salah satu cara mencegah penyakit jantung adalah mengelola stres. Jika stres dikelola dengan baik, maka dapat meminimalisir masalah kesehatan fisik, termasuk penyakit jantung," terang Eva Susanti, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes.

Namun ingat, mengelola stres dengan baik saja tentu tidak cukup. Tapi semua ini juga harus dibarengi dengan kebiasaan cek kesehatan secara rutin, menghindari rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.

BACA JUGA:Tips Mencegah Terkena Penyakit Jantung, Dokter: Jalan Cepat Sampai Berkeringat!

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement