Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asyik Liburan di Pantai, Wanita Pemilik Restoran Terkenal Tewas Diserang Hiu

Sri Latifah Nasution , Jurnalis-Kamis, 29 September 2022 |20:00 WIB
Asyik Liburan di Pantai, Wanita Pemilik Restoran Terkenal Tewas Diserang Hiu
Kimono Bisogno (39) jadi korban serangan hiu di Teluk Plettenberg, Afrika Selatan (Facebook Kimono Bisogno/CBS News)/
A
A
A

SEORANG wanita tewas diserang hiu saat mandi di kawasan wisata pantai Teluk Plettenberg, Cape Barat, Afrika Selatan. Korban bernama Kimon Bisogno (39) mulanya sedang berwisata bersama suami dan anaknya. Tapi, liburannya justru menjadi petaka.

Serangan hiu tersebut menjadi yang kedua sepanjang 2022 di lokasi yang sama. Lembaga Penyelamatan Laut Nasional Afrika Selatan mengatakan, pihaknya disiagakan sebelum pukul 8 pagi waktu setempat dan segera meluncurkan kapal penyelamat dari pantai di daerah Teluk Plettenberg.

Melansir dari CBS News, Kamis (29/9/2022), mayat wanita tersebut ditemukan beberapa menit kemudian.

 

Korban Kimon Bisogno merupakan pemilik restoran terkenal di Cape Town. Dia juga membantu membuka dapur umum lokal yang menyajikan pasta untuk tunawisma setiap minggunya.

Bisogno datang ke pantai yang berjarak ratusan kilometer dari rumah mereka yang berada di Cape Town, bersama suami dan anaknya yang masih kecil untuk berlibur.

Dr. Sara Andreotti dari Universitas Stellenbosch telah mempelajari tentang hiu putih selama 15 tahun dan dia mengatakan bahwa dua serangan hiu dalam satu tahun itu sangat jarang terjadi.

“Secara global, umumnya ada enam kematian yang disebabkan oleh hiu sepanjang tahun. Tapi, dua (serangan) dalam satu area hampir tidak pernah terdengar,” katanya pada CBS News.

Pada tahun 2016, sebuah survey dari Universitas Stellenboch menemukan ada sekitar 500 hiu putih besar di sepanjang garis pantai Afrika Selatan.

Berdasarkan banyak faktor, Andreotti memperkirakan jumlah itu akan jauh lebih rendah hari ini.

“Ada 37 pantai di Afrika Selatan yang mempunyai semacam tindakan pencegahan hiu, seperti jaring hiu atau drum line (kail berumpan) yang memastikan jumlahnya semakin berkurang,” katanya.

Pakar hiu percaya bahwa cara terbaik untuk mengurangi serangan hiu di masa depan adalah dengan edukasi, bukan dengan metode berbahaya seperti itu.

Andreotti juga mengatakan bahwa mengajarkan konservasi hiu kepada masyarakat, seperti perubahan musim untuk hiu, waktu berburu, pola cuaca untuk mencari hiu, dapat membekali penduduk setempat dengan pengetahuan untuk mengurangi serangan (hiu) di masa depan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement