Arena adu bagong dan anjing ini cukup sederhana. Hanya ditutupi oleh susunan bambu dan kayu, kemudian nantinya anjing dan bagong itu akan adu ketangkasan. Lalu di akhir akan ditentukan, mana pemenangnya.
Semnatara pada tahun 1968, adu bagong dan anjing ini dilakukan oleh masyarakat Pasundan di lahan atau hutan.
Tujuan dari adu bagong dan anjing ini bukan semata-mata ingin menyiksa hewan. Akan tetapi tujuan awalnya adalah untuk memberantas babi hutan yang mana kerap jadi hama, serta merusak ladang warga.
Seiring perubahan zaman, adu bagong dan anjing ini malah dijadikan adu ketangkasan hewan itu jadi judi. Ada juga yang menjadikannya ajang kompetisi, siapa yang menang salah satu pemilik hewan itu akan mendapatkan hadiah.
Sementara itu, adu bagong dan anjing ini sempat diprotes oleh sejumlah aktivis yang berfokus terhadap perlindungan hewan atau binatang.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.