"Penggunaan kondom pada kegiatan seksual yang berisiko adalah strategi sebagai pencegahan penyakit IMS dan HIV, meski tidak dapat 100 persen mencegah IMS," terang Ainun Hanifa dalam penelitiannya, dikutip MNC Portal, Kamis (22/9/2022).
Studi tersebut dilakukan di lokalisasi Ngujang, dengan melibatkan subjek penelitian sebanyak 80 sampai 100 orang dan di Gunung Bolo sebanyak 50 sampai 75 orang dengan menggunakan purposive sampling dan total sampling.
Lebih lanjut, dalam laporan DKT Indonesia, kondom diperkirakan 98 persen efektif melindungi terhadap sebagian besar IMS seperti klamidia dan gonore. Efektivitas tersebut dipengaruhi juga oleh seberapa tepat pria menggunakan kondom.
"Penggunaan kondom yang tepat sangat efektif dalam mencegah HIV. Namun, kondom agak kurang efektif melindungi terhadap infeksi herpes, HPV, dan sifilis," ungkap laporan tersebut.