Kikilnya pun memiliki tekstur yang pas, tidak keras, mudah digigit tetapi tidak lembek. Sehingga ketika gigit terasa kenyal dan kriuk di mulut.
Selain itu, kikilnya tidak berbau amis dan tidak mengendap ketika sudah dingin. Alhasil, kikil tetap enak walaupun sudah dingin.
Nama mi kocok Mang Dadeng memang menggunakan Bahasa Sunda. Sehingga "mi" sengaja ditulis dengan "mih".

Gerai mi kocok di Jalan Ahmad Dahlan ini pada mulanya hanya sebuah gerobak kaki lima.
Makanan khas Bandung ini sudah terkenal sejak tahun 1964 yang pada pada mulanya dipopulerkan oleh ayahanda Mang Dadeng yaitu Haji Usman.
Kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh Mang Dadeng dengan 15 resep bumbu rahasia.