Saat ini, virus SARS-CoV-2 penyebab infeksi Covid-19 diketahui sudah berevolusi dan semakin banyak bukti dari tes laboratorium yang menunjukkan sotrovimab serta casirivimab/imdevimab tersebut memiliki aktivitas klinis terbatas terhadap iterasi terbaru virus.
Para ahli WHO menyebutkan, mereka tak lagi merekomendasikan dua terapi ini pada pasien Covid-19 sebagai bagian dari rujukan rekomendasi yang diterbitkan di jurnal British Medical Journal.
Namun sejauh ini, dua terapi pengobatan di atas tetap masih direkomendasikan penggunaannya oleh regulator obat-obatan Eropa.
(Rizky Pradita Ananda)