Terlebih ketika Anda masih bersinggungan langsung dengan air, misalnya korban banjir. Karena kondisi yang demikian, Anda mesti mengoleskan obat antijamur sampai kondisi banjir surut dan Anda tidak terpapar air banjir yang kotor tersebut. Ketika Anda masih menyentuh air banjir, maka penyakit kutu air belum bisa teratasi sepenuhnya.
Jika Anda tidak suka menggunakan salep antijamur, biasanya akan direkomendasikan obat oral seperti itrakpnazol dan terbinafine. Namun, obat tersebut memiliki efek samping meski efektif mengatasi masalah kutu air. Karena itu, salep antijamur adalah pilihan paling baik.

Selain menggunakan obat, hal lain yang harus diperhatikan adalah Anda menjauh dari kondisi banjir. Setelah itu, pastikan apa yang Anda kenakan ke kaki tidak lembap untuk mencegah kekambuhan. Kemudian, usahakan untuk gunakan alas kaki terbuka supaya kaki bisa 'bernapas' dengan baik.
Tidak hanya itu, sering-seringlah untuk mengganti kaus kaki ketika cuaca atau kondisi masih lembap. Pastikan juga setelah mandi, area jari kaki kering untuk meminimalisir kelembapan yang tinggi di area tersebut. Untuk itu, beberapa orang akan menggunakan bubuk antijamur (miconazole) atau bisa juga merendam kaki dengan larutan Burow (aluminium subacetate).
Jadi, masalah kutu air memang sepele, tapi tetap harus ditangani agar tidak memberi rasa tidak nyaman dan Anda pun bisa beraktivitas dengan baik. Pastikan untuk selalu kering, ya, area kaki.
(Vivin Lizetha)