Ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, protein menempel pada sel-sel di dalam tubuh untuk memicu respons imun jika ditemukan kembali protein yang sama. Kedua vaksin intranasal ini disebutkan lebih lanjut, juga menggunakan teknologi vektor adenovirus. Vektor adenoviral adalah virus rekayasa genetika yang sebelumnya digunakan dalam terapi gen.
Para peneliti juga telah melakukan penelitian tentang penggunaan vektor adenovirus sebagai platform vaksin untuk penyakit lain, termasuk HIV-1, Ebola, dan berbagai penyakit menular lainnya.
Menurut pernyataan di situs web CanSino Biologics, Convidecia Air menggunakan platform teknologi vektor adenovirus yang sama dengan Convidecia, vaksin suntik COVID-19 perusahaan.
Convidecia sendiri, belum lama ini diketahui sudah menerima daftar penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil uji klinis fase 3 untuk Convidecia menunjukkan tingkat kemanjuran 57,5 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2, yang mencegah gejala COVID-19 selama 28 hari atau lebih usai vaksinasi. Demikian sebagaiman diwarta dari Medical News Today, Sabtu (10/9/2022).
(Rizky Pradita Ananda)