Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Ini Digaji untuk Tak Melakukan Apa-apa, Pekerjaan Impian Banyak Orang?

Putra Syah Norens , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |18:13 WIB
Pria Ini Digaji untuk Tak Melakukan Apa-apa, Pekerjaan Impian Banyak Orang?
Shoji Morimoto, (Foto: Reuters/ Kim Kyung Hoon)
A
A
A

SEMUA orang bekerja untuk mencari uang, mencari penghasilan untuk keperluan hidup. Demi bisa memenuhi kebutuhan hidup, bahkan tak sedikit orang yang mempunyai lebih dari jenis pekerjaan di saat yang bersamaan.

Kerja keras demi bisa mendapatkan uang, rasanya tak ada dalam kamus pria Jepang satu ini. Alih-alih melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu, justru ia mendapatkan penghasilan karena tidak melakukan apa-apa.

Ya, pekerjaan pria yang bernama Shoji Morimoto ini mungkin menjadi impian banyak orang karena dia tetap dibayar meskipun tidak melakukan apa-apa.

Pria 38 tahun yang tinggal di Tokyo ini mematok tarif bayaran senilai 10000 Yen atau kurang lebih Rp1juta, hanya untuk menemani kliennya sebagai pedamping, mengutip New York Post, Rabu, (07/09/22).

Bahkan sebelum pandemi Covid-19, Shoji bisa mendapatkan uang USD300 atau sekira Rp4,4juta per harinya. Lebih bikin iri banyak orang lagi, bahkan dirinya pernah dibayar hanya untuk melambaikan tangan kepada seorang tunawisma atau duduk di restoran menemani klien perempuannya yang mengenakan busana Saree India agar tak merasa malu.

“Pada dasarnya, saya menyewakan diri saya sendiri. Pekerjaan saya adalah berada di mana pun klien saya menginginkan saya dan tidak melakukan aktivitas khusus apa pun secara khusus,” kata Shoji.

Shoji mendapat ide pekerjaan ini berawal dari caci makian yang dilontarkan teman-teman kantornya dahulu kepada dirinya. Shoji yang kala itu bekerja di sebuah perusahaan penerbitan, mengaku sering dicaci karena tidak melakukan apa-apa.

“Saya mulai bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika memberikan kemampuan saya untuk 'tidak melakukan apa pun” ini sebagai layanan kepada klien,” curhatnya.

"Tapi tidak apa-apa untuk benar-benar tidak melakukan apa-apa. Orang tidak harus berguna dengan cara tertentu,” tegas Shoji.

 BACA JUGA:10 Potret Rumah Mewah Jess No Limit, Calon Suami Sisca Kohl, Ada Bioskop Pribadi

BACA JUGA:Pesan Malaikat Hari Ini, Bersyukur untuk Setiap Rezeki

Pelanggan Shoji sebagian besar berasal dari media sosial, Twitter pribadinya. Dari kurang lebih 250 ribu pengikut yang ia miliki, seperempat dari mereka adalah pelanggan tetapnya, termasuk yang sudah mempekerjakannya ratusan kali.

Pekerjaan yang di berikan oleh Shoji pun beragam, ia mengaku pernah diminta kliennya untuk menemani bermain jungkat-jungkit di taman. Selain itu, pada suatu waktu ia juga pernah dibayar untuk harus tersenyum berseri-seri sambil melambaikan tangan keluar jendela saat dirinya berada di dalam gerbong kereta, kepada seseorang yang tidak dikenalnya.

Lebih lanjut, Shoji mengatakan dalam kurun waktu empat tahun terakhir dia telah menangani sekitar 4000 sesi bersama klien dan meraup penghasilan yang cukup untuk menghidupi istri dan anaknya..

Meski ia mengakui bahwa pekerjaannya adalah jesa penyewaan diri, tetapi Shoji memberikan batasan-batasan yang akan dia tolak. Misalnya, klien dengan permintaan yang bersifat seksual, pekerjaan berat memindahkan lemari es dan melakukan perjalanan ke Kamboja.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement