“Yang pertama, dari segi waktu. Hanya tidak memakan waktu sampai berjam-jam. Kurang lebih kalau dikerjain itu hanya kurang lebih satu jam. Cuma, karena sambil dijelasin semuanya, itu extra time. Tapi kalau operasi itu makan waktu,” paparnya, saat diwawancara MNC Portal Indonesia.
“Yang kedua, itu downtimenya. Downtime itu adalah kondisi setelah dilakukan perawatan. Kalau facial reshaping itu tidak ada downtime. Kalau operasi itu ada downtimenya. Ada bengkak dulu,” lanjutnya.
Tak hanya dari segi waktu dan pemulihan, menurutnya, suntik filler lebih populer karena dapat menjawab kebutuhan para pasien yang ingin memiliki wajah yang diinginkan, seperti orang-orang Asia yang biasanya ingin memiliki wajah yang lebih berdimensi.
(Martin Bagya Kertiyasa)