Sedangkan labirinitis supuratif dimulai dengan Invasi bakteri ke daerah koklea dan vestibular. Kejadian ini dapat ditandai dengan akumulasi leukosit polimorfonuklear di ruang perilimfatik.
Mutasi yang paling parah dapat terjadi di telinga bagian dalam, di mana cairan labirin menodai asidofilik hingga menyebabkan hidrops endolimfatik dan nekrosis membran labirin.
Gejala penyakit labirinitis pada setiap orang bisa jadi berbeda-beda. Namun secara umum, labirinitis memiliki gejala yakni telinga sering kali berdenging, pusing, kehilangan keseimbangan, pusing, muntah, demam dan sakit telinga hingga gangguan pendengaran kabur atau bisa tuli.
Penyebab paling umum dari labirinitis adalah infeksi virus seperti pilek dan influenza, infeksi virus dari kelompok virus herpes yang menyebabkan cacar air, herpes zoster, luka dingin, dan campak atau demam kelenjar. Infeksi telinga dapat menyebabkan labirinitis.
Faktor resiko yang meningkatkan resiko dari labirinitis antara lain menderita penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan atau virus yang menginfeksi telinga adalah merokok, stress, konsumsi alkohol dan obat-obatan.
Ada beberapa langkah perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mencegah labirinitis, diantaranya rajin mencuci tangan, berbaring jika pusing dan hindari kuman selama pilek atau flu dan minum banyak cairan.
Demikianlah tadi pembahasan mengenai labirintis yang terjadi pada manusia.
(RIN)
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.