Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Dinilai Menimbulkan Kesenjangan

Novie Fauziah , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2022 |17:06 WIB
Kenaikan Harga Tiket Pesawat Dinilai Menimbulkan Kesenjangan
Hendrik Y. Sapulette (MPI/Novie)
A
A
A

MAHALNYA harga tiket pesawat akhir-akhirnya sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Meski dikeluhkan masyarakat, pemerintah malah mengizinkan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket. DPP Baja Perindo menilai kenaikan harga tiket pesawat menimbulkan kesenjangan ekonomi.

Menurut Ketua Bidang Hubungan Masyarakat DPP Baja Partai Perindo, Hendrik Y. Sapulette, dampak kenaikan tiket pesawat dialami langsung oleh industri pariwisata dan masyarakat.

 BACA JUGA:Gajian Tiba Saatnya Wisata! Ada Diskon Hotel dan Tiket Pesawat s.d Rp150.000 di Mister Aladin

"Bukan hanya pariwisata, tapi di sini akan berdampak kepada ekonomi dalam kesenjangan," katanya dalam podcast Aksi Nyata bersama Partai Perindo, Selasa (22/08/2022).

Menurutnya, transportasi adalah jendela dunia. Di mana fungsi dan definisi dari transportasi itu sendiri, yaitu alat untuk memindahkan suatu barang atau orang dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu tersebut.

 BACA JUGA: Asita DIY Minta Kenaikan Tiket Pesawat Bertahap, Apa Alasannya?

Oleh karenanya, kata Hendrik, untuk mengatasi atau mencari jalan tengahnya maka diperlukan diskusi dengan masyarakat. Mendengarkan keluh kesah, yang mana harga tiket pesawat di semua maskapai penerbangan ini naik hingga 15 persen.

"Agar masyarakat tahu dampak dari pada (kenaikan) transportasi ini apa. Karena kebutuhan transportasi itu sangat signifikan, dan itu tidak boleh dilupakan. Ingat, jantung dari suatu negara adalah transportasi," terangnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement