4 FAKTA tentang vaksin cacar monyet yang disetujui FDA yang belum banyak orang tahu. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) saat ini telah menyetujui 2 jenis vaksin untuk mencegah penyebaran cacar monyet.
Ya, akhir-akhir ini di beberapa negara, cacar monyet atau monkeypox telah menjadi momok setelah menginfeksi banyak orang. Penyakit satu ini mencuri perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah beberapa negara melaporkan kasus ini.

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang merupakan bagian dari genus orthopoxvirus, yang termasuk virus penyebab penyakit cacar. Penyakit ini ditandai dengan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam yang meluas serta menyebabkan banyak lesi pada wajah dan ekstremitas.
Sejauh ini, penyakit yang mulanya langka ini belum ada pengobatan khusus atau antivirus yang terbukti dapat menyembuhkan cacar monyet. Namun, FDA dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menyetujui vaksin untuk mencegah cacar monyet.
Diketahui, terdapat beberapa fakta tentang vaksin yang disetujui FDA itu. Lantas, apa saja fakta tentang vaksin cacar monyet yang disetujui FDA? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan okezone berikut ini.
4 Fakta Tentang Vaksin Cacar Monyet yang Disetujui FDA
Berikut ini 4 fakta tentang vaksin cacar monyet yang belum banyak orang tahu.
1. Ada 2 jenis vaksin cacar monyet yang disetujui FDA
Dikutip dari laman resmi FDA, sejauh ini mereka telah menyetujui dua jenis vaksin cacar yang dapat digunakan sebagai perlindungan terhadap cacar monyet, yaitu JYNNEOS dan ACAM2000.
Vaksin JYNNEOS
Vaksin cacar JYNNEOS disebut dengan imvanex atau imvamune. Vaksin ini mengandung vaksin virus hidup yang mengandung Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), orthopoxvirus yang dilemahkan dan tidak bereplikasi.
Menurut FDA, orang yang telah menerima vaksin cacar air atau varicella sewaktu bayi, kemungkinan hanya membutuhkan satu dosis JYNNEOS. Namun, seseorang yang sama sekali belum pernah divaksin cacar air disarankan untuk mendapatkan vaksin ini sebanyak dua dosis. Untuk dosis kedua diberikan dengan selang waktu satu bulan setelah pemberian dosis pertama.
Vaksin ACAM2000
Vaksin ACAM2000 adalah vaksin mengandung virus hidup atau vaccinia yang dapat berkembangbiak. Penggunaan vaksin ini tidak sembarangan, sebab mekanismenya melalui Expanded Access Investigational New Drug (IND) FDA, yang memerlukan persetujuan berdasarkan informasi bersama dengan persyaratan IND tambahan.
Setelah mendapat dosis vaksin ini, tubuh membutuhkan waktu sekitar 4 minggu untuk membangun kekebalan terhadap virus monkeypox setelah Anda menerima dosis kedua ACAM2000. Seseorang yang baru mendapatkan vaksin ACAM2000 akan merasakan efek berupa benjolan merah yang gata yang membutuhkan waktu hingga 6 minggu untuk menyembuhkan lesi atau benjolan tersebut.
BACA JUGA:Mendeteksi Cacar Monyet Lewat PCR, Simak Bedanya dengan Covid!
2. Sasaran yang menerima vaksin
Saat ini, CDC merekomendasikan orang-orang sebagai penerima vaksin adalah orang yang paling berisiko tertular cacar monyet. Hal ini termasuk golongan:
-Orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien cacar monyet, seperti: keluarga, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.
-Seseorang yang telah melakukan hubungan seks dengan penderita cacar monyet
-Seseorang yang bekerja di laboratorium dan menangani sampel orthopoxvirus
-Anak-anak yang berusia di bawah 8 tahun.
3. Waktu pemberian vaksin
Vaksin cacar monyet diberikan sebelum seseorang tertular penyakit ini. Namun, penderita yang sudah tertular juga masih boleh menerima vaksin JYNNEOS atau ACAM2000.
Bahkan, CDC merekomendasikan agar vaksin cacar monyet diberikan dalam waktu 4 hari setelah terpapar. Hal ini untuk mencegah perkembangbiakan virus. Adapun rentang waktu pemberian vaksinasi yang adalah 4-14 hari setelah terpapar.
4. Efek samping pemberian vaksin
Efek samping yang dirasakan orang setelah pemberian vaksin cacar monyet mungkin tidak separah gejala yang dirasakan oleh penderita. Ya, pasien cacar monyet bisa mengalami gejala-gejala berat, seperti:
-Demam
-Sakit kepala tak tertahankan
-Nyeri otot
-Sakit punggung
-Pembengkakan kelenjar getah bening, dan
-Ruam parah
Sebaliknya, vaksin cacar monyet diketahui jarang memberi dampak negatif bagi kesehatan seseorang. Terdapat beberapa efek samping vaksin monkeypox, antara lain:
-Demam ringan
-Lemas atau kelelahan
-Lesi atau benjolan merah di bagian bekas suntikan
-Gatal di area suntikan
Meskipun begitu, vaksin cacar monyet dapat memberikan efek samping serius pada kelompok orang tertentu. Sebagai contoh, pada orang dengan masalah sistem kekebalan yang serius dapat mengalami demam parah dan pembengkakan otot jantung setelah menerima suntikan ACAM2000.
Demikian 4 fakta tentang vaksin cacar monyet yang disetujui FDA dan CDC untuk mencegah penyebaran.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.