SEDERET 8 gejala bronkitis pada anak menarik untuk diulas. Bronkitis sendiri adalah penyakit pernapasan umum yang disebabkan oleh peradangan selaput lendir di lorong bronkial paru-paru.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, polusi, atau udara terkontaminasi ini bias membuat paru-paru terpapar sumber penyakit dan membengkak. Akibat pembengkakan paru-paru tersebut, saluran udara menjadi kecil dan membuat oksigen yang masuk menjadi terbatas.

Ketika kondisi ini sudah terjadi, pasien akan merasa tidak nyaman. Mereka yang merokok dengan aktif menjadi faktor risiko paling tinggi masalah ini. Biasanya bronkitis kronis sering menyerang anak-anak.
Ini bisa ringan hingga parah dan berlangsung lebih lama dari beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Penyebab paling umum dari bronkitis kronis adalah merokok. Tabung bronkial tetap meradang dan teriritasi, dan membuat banyak lendir dari waktu ke waktu. Orang yang memiliki bronkitis kronis memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi bakteri pada saluran napas dan paru-paru, seperti pneumonia.
Melansir dari Kidshealth, bronkitis akut sering dimulai dengan batuk kering dan mengganggu yang dipicu oleh peradangan pada lapisan saluran bronkial.
8 gejala bronkitis pada anak mungkin termasuk batuk yang mengeluarkan lendir kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan merasa sesak napas, nyeri atau perasaan sesak di dada atau mengi. Lalu gejala lainnya adalah sakit kepala, umumnya merasa sakit demam panas dingin.
Ketika seseorang dengan bronkitis batuk dan mengirimkan tetesan yang terinfeksi ke udara, atau seseorang menyentuh mulut, mata, atau hidungnya setelah kontak dengan cairan pernapasan dari orang yang terinfeksi.
Untuk pengobatan, beberapa anak yang lebih tua atau remaja, dokter mungkin mengatakan boleh saja memberikan obat batuk yang dijual bebas atau resep untuk meredakan batuk. Mereka juga terkadang meresepkan bronkodilator (brong-ko-DY-lay-ter) atau obat lain yang mengobati asma. Ini membantu rileks dan membuka saluran bronkial dan membersihkan lendir sehingga lebih mudah untuk bernapas.
Anak-anak biasanya mendapatkan obat-obatan ini melalui inhaler atau mesin nebulizer. Seorang anak atau remaja dengan bronkitis kronis harus menghindari berada di dekat apa pun yang mengiritasi saluran bronkial mereka. Bagi orang yang merokok, itu berarti berhenti. Asap tembakau menyebabkan lebih dari 80% dari semua kasus bronkitis kronis. Perokok juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari bronkitis akut dan infeksi pernapasan lainnya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.