Sementara itu, pilot lain mengaku setuju dengan pendapat Cox dan mengatakan alasan itu yang menyebabkan pesawat kargo jarang memiliki jendela.
Jendela ada di pesawat untuk alasan psikologis semata.
"Jika bukan untuk membantu penumpang merasa tidak terlalu cemas (atau demi lebih menikmati penerbangan), tidak akan ada alasan untuk menambah berat dengan mengadakan jendela atau membuat lubang di tabung logam yang cukup kaku," tulis seorang pilot di Quora.
Di sisi lain, terdapat alasan di balik jendela pesawat berbentuk bulat.
Hal ini lantaran pesawat awalnya memiliki jendela persegi, tetapi kemudian diubah setelah dua kecelakaan yang menghancurkan.
Sudut tajam jendela menempatkan logam di sekitarnya di bawah tekanan ekstra di ketinggian, sebanyak dua atau tiga kali lebih banyak daripada tempat lain di pesawat.
Kurangnya sudut tajam memungkinkan tekanan mengalir lebih merata di sekitar tepi jendela. Itulah sebabnya semua bidang sekarang memiliki panel melengkung.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.