Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tarian Babukung, Ritual Adat Kematian Suku Dayak Tomun

Nani Suherni , Jurnalis-Jum'at, 12 Agustus 2022 |16:00 WIB
Mengenal Tarian Babukung, Ritual Adat Kematian Suku Dayak Tomun
Tarian Babukung (dok MNC Kalteng)
A
A
A

TARIAN ritual adat kematian masih kental dipraktikkan para leluhur. Salah satunya di Kabupaten Lamandau dengan pertunjukan Tari Babukung Suku Dayak Tomun, Kalimantan Tengah.

Saat ini, Tari Babukung yang masuk dalam 100 Kalender Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Festival Babukung menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

infografis

Festival yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau ini dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu. Tujuannya untuk melestarikan seni budaya suku Dayak Tomun.

Festival Babukung berawal dari Babukung yang merupakan tarian ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Lamandau.

Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu yang disebut Luha, sedangkan para penari disebut Bukung.

Bukung-bukung ini dilansir dari portal resmi Pemprov Kalteng datang dari desa tetangga atau kelompok masyarakat dengan tujuan menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan.

Namun Pemerintah Daerah Lamandau mengangkat tradisi ini menjadi festival rutin yang diselenggarakan tiap tahunnya. 

Perhelatan akbar penampilan tari ini menampilkan keunikan topeng atau luha (sebutan Dayak Tomun) serta keindahan para penari bukung.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement