Nita sendiri salah satu desainer yang memiliki kecintaan tinggi terhadap bordir. Hal itu berawal karena dia melihat para para pengrajin sudah mulai tergeser karena adanya bordir komputer. Hal itu membuat daerah Tasikmalaya dan sekitarnya kehilangan pekerjaan.
“Ketika itu saya ada kerjasama dengan pemerintah supaya mereka kita rekrut kembali jangan sampai hilang. Karena bordir ini kan seni yah. Nggak hanya di Garut dan Tasikmalaya saja, Kudus pun punya. Kita kembangkan dan pertahankan. Ini juga sebuah peninggalan dari wastra Indonesia yang nggak boleh hilang,” papar Nita.
Untuk acara Jagantara ini, Nita akan membuat koleksi sebanyak 100 look outer. Menurutnya outer sangat fleksibel dan bisa dipakai dengan jeans, dress, hingga baju formal.
“Kita lihat animonya tinggi sekali yah. Dengan acara ini semoga nggak hanya saya, tapi desainer muda mendapat wadah koleksinya bisa diperhitungkan,” katanya.
Seperti diketahui, acara Jagantara ini diinisiasi oleh Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation. Acara ini akan berlangsung mulai 29 Juli hingga 21 Agustus 2022 di Ashta District 8 Jakarta Selatan.
(Helmi Ade Saputra)