Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Penyebab Mual dan Muntah karena Bau Amis Ikan?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Minggu, 24 Juli 2022 |16:08 WIB
Apa Penyebab Mual dan Muntah karena Bau Amis Ikan?
Seafood bau amis (Foto: Portuguese recipe)
A
A
A

BANYAK orang menyukai seafood karena lezat dan gurih. Namun tak sedikit juga orang yang malah mual dan muantah usai menyantap dan mencium bau amis ikan.

Bau amis yang dikeluarkan dari seafood memang tidak dipungkiri akan terjadi. Akan tetapi bagi yang sangat sensitif dengan aroma amis, ini membuat Anda merasa mual.

 seafood

Dilansir dari laman aplikasi kesehatan, dr. Muliani Sukima mengatakan, jika mengonsumsi sesuatu seperti seafood lalu muntah, hal tersebut dikarenakan adanya alergi pada tubuh seseorang itu.

"Reaksi alergi yang timbul bisa bermacam-macam, seperti mual, muntah, sakit perut, diare, timbul ruam merah dan gatal di kulit, bengkak di mulut atau wajah, mata gatal, sulit menelan, sesak nafas, dan sebagainya," katanya.

Ia menyebut, jika reaksi-reaksi tersebut selalu muncul ketika Anda mengonsumsi ikan dan seafood, ada kemungkinan alergi terhadap bahan makanan tersebut.

Sementara itu, jika muntah terjadi setelah mengonsumsi jenis makanan yang lain, kemungkinan kondisi tersebut dipicu oleh gangguan pada sistem pencernaan.

 BACA JUGA:Daftar 6 Penemuan Tak Sengaja yang Bikin Mendadak Kaya Raya, Muntahan Ikan Paus Dibanderol Rp942 Juta

Lebih lanjut, dr. Muliani mengatakan berbagai masalah pada sistem pencernaan yang dapat memicu muntah, yaitu di antaranya maag, penyakit asam lambung, radang usus, infeksi saluran pencernaan, hepatitis, gangguan pankreas atau empedu, dan sumbatan usus.

Sementara itu dilansir dari laman Family Doctor, gejala keracunan makanan dapat dimulai beberapa jam atau hari, setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Waktunya sebagian tergantung pada penyebab keracunan makanan. Itu juga bisa tergantung pada jumlah makanan atau minuman yang Anda konsumsi.

Berikut adalah gejala-gejalanya yaitu sakit perut, diare, demam, kehilangan selera makan, mual, muntah hingga kelemahan dan kelelahan.

Keracunan makanan dapat memengaruhi hanya satu orang atau seluruh kelompok orang yang terpapar makanan atau minuman yang terkontaminasi. Hal itu tergantung pada seberapa banyak kuman atau racun yang dikonsumsi setiap orang.

Selain itu juga tergantung pada seberapa sensitif mereka terhadap kuman atau racun, di mana keduanya masuk ke dalam tubuh dan mengakibatkan reaksi tertentu.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement