Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Diremehkan, Ternyata Jerawat Bisa Bikin Depresi

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2022 |17:13 WIB
Jangan Diremehkan, Ternyata Jerawat Bisa Bikin Depresi
Sedih punya jerawat (Foto: Freepik)
A
A
A

KONDISI masalah kulit seseorang, seperti jerawat dapat mempengaruhi kualitas hidup pada seseorang yang mengalaminya. Orang yang berjerawat banyak bisa merasa malu, tidak percaya diri, hingga depresi. Hal ini diungkapkan Dermato Venereologist dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, FAADV.

“Sebetulnya banyak sekali penelitiannya yang sudah terpublikasi, terutama lebih ke arah jerawat pada remaja. Yang pertama biasanya mulai dari rasa malu. Kedua, setelah malu, dia mengurung diri tidak mau ketemu sama orang. Ketiga akhirnya mulai dari depresi ringan, depresi sedang, hingga depresi berat, sampai ada yang menyebabkan usaha untuk bunuh diri,” kata Dokter Fitria.

 jerawat

Seperti dilansir dari Antara, penelitian yang dipublikasikan di Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology pada 2017 menunjukkan bahwa 96 persen responden yang memiliki permasalahan jerawat mengakui hal ini mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

Selain itu, studi di jurnal Acta Dermato-Venereologica pada 2020 menyebutkan bahwa 53 persen responden pernah mengalami depresi dan 50 persen cenderung mengisolasi diri.

Bahkan berdasarkan pengalaman Fitria, ia pernah menangani pasien yang mengalami rasa panik luar biasa ketika bercermin dan mendapati satu jerawat mulai muncul.

Mengingat dampak psikososial tersebut, Fitria mengatakan saat menangani pasien pihaknya akan mengajukan sejumlah pertanyaan atau kuisioner yang sudah menjadi standar bagi dermatolog terkait penanganan masalah jerawat. Hasil akhir kuisioner tersebut akan berupa skor yang bisa mengindikasikan tingkat dampak psikososial terhadap pasien.

 BACA JUGA:Apa Benar Jerawat Termasuk Penyakit Keturunan?

“Kalau misalnya membaik, oke. Tapi kalau ternyata memburuk, anjuran saya ini kan dikembalikan lagi pada dokter yang menangani, kalau saya biasanya akan bilang ke pasien, ‘Perlu, deh, sepertinya konsultasi ke psikolog, supaya jerawatnya tidak menjadi lebih buruk',” terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement